Bocah Karbitan & Kado Wisuda

Tuhan maha mendengar dan dia mempersilahkan siapa saja untuk berdoa, termasuk melalui secarik kertas yang sampeyan-sampeyan berikan pada saya.

Teruntuk kawan-kawan MHD kelas 1 C

Kalian adalah sekumpulan mbok-mbok, eh mbak-mbak yang warbasyah

Biasanya, saya hanya berusaha memasang wajah lugu sambil berujar “aku lho isin, terus piye enake aku ” sambil nyengar-nyengir tidak jelas. Tapi justru itu adalah ketulusanku berterimakasih kepada kalian, Tenaaan!!!! 😀

Saya jadi bertanya-tanya, memangnya siapa saya ini, bocah karbitan yang tidak jelas, kog mau-maunya ada yang ngucapin selamat atas wisuda saya dan membawakan sekotak hadiah, eh dua nding :D. Tapi ya pokoknya terimakasih lah.

Meski prosesi wisuda sudah terlewat satu minggu yang lalu, tapi polah sampyan-sampyan itu tetap membuat saya haru. Membuat saya, lagi-lagi, harus salah tingkah di depan khalayak.

Sebagai bocah karbitan yang doyan cengengesan, menerima hadiah dihadapan banyak orang tentu merupakan suatu hal yang membuat salah tingkah.

Mulanya saya selalu merasa sulit sekali untuk menjadi bagian dari kalian. Tetapi kini saya benar-benar meraasa menjadi bagian dari kawan-kawan. Saya harus lebih banyak belajar untuk menjadi khodim yang baik. Kalian layak mendapat penghormatan yang sangat baik, yang sama sebagaimana kalian memperlakukan saya.

Jika kalian bertanya tentang kesan saya pada kelas kalian kita, kelas 1 C, tentu adalah karena murid-muridnya. Kalian adalah sekumpulan mbok-mbok, eh mbak-mbak yang warbasyah. Saya senang melihat cara sampyan ketika bermusyawarah, meski terkesan seperti ibu-ibu ngerumpi, tapi itulah karakter lugu dan ekspresi jujur dari sampyan-sampyan. Pokoknya terus semangat belajar. Ada banyak anak-anak unggul di kelas kita, semoga itu menjadi motivasi bagi teman-teman lain yang masih sedikit ketinggalan.

Kemudian, saya memohon maaf apabila seringkali mengecewakan kawan-kawan sekalian. Saya bukan orang yang giat atau pandai mengurus kelas, lha ngurus isi lemari saja tidak becus kog malah disuruh ngurus kelas beserta isinya, kelas mbak-mbak lagi. Maklumlah, selain saya ini pemalu, saya juga sering malu-maluin, jadi mohon dimaklumi jika saya kurang bisa aktif menemani belajar sampeyan-sampeyan atau ikut urun rembug banyak mengurus kelas. Bukan karena faktor itu saja si, saya anggap kawan-kawan sudah teramat dewasa dan mahir untuk berorganisasi di kelas. Semoga ke depan saya dan kita semua bisa lebih banyak berkhidmah untuk pondok, terlebih untuk mengurusi kelas kalian kita, kelas 1C

Tuhan maha mendengar dan dia mempersilahkan siapa saja untuk berdoa, termasuk melalui secarik kertas yang sampeyan-sampeyan berikan pada saya. Saya merasa, di balik secarik kertas-kertas itu ada kekuatan yang berisi lebih dari sekedar doa. Untuk doa-doanya, apapun itu, semoga terkabul dan kita bisa menjadi generasi terbaik yang bisa dibanggakan dan bermanfaat.

 

Ouh iya lupa, makasih ya buat jajannya, kurmanya enak 😀

dan juga bajunya pas, kegantengan saya meningkat 30 % setelah memakai baju itu :D, pengen liat? itu di tab foto

 

 

 

 

kwkwkw

tunggu besok kalo ketemu, insyaallah tak pakai

Salam, wali kelasmu yang gapleki, Akrom