Saya Bangga Jadi Warga MU, eh NU

Akrom Adabi, NU, Garis LurusSejak lahir saya ini sudah NU, bapak saya NU, Ibu saya NU. Cuma kucing saya di rumah yang gak NU. Soalnya, dia gak doyanaliran, doyan-nya ikan. Takut dibid’ahin tetangga katanya. Padahal saya sudah sering mengingatkan ke dia bahwa NU ini beda.
Lha kalau MU? MU itu apa sich? Sekumpulan orang yang lari-lari gak jelas di lapangan itu ya? Oh clubsepak bola dari daratan Inggris itu. kalau itu saya sedikit kenal. Mungkin MU butuh kisruh yang berlebih, biar saya makin familiar karena selalu masuk koran halaman pertama. Sebagaimana familiarnya saya terhadap NU, yang karena Muktamar ke 33, NU jadi sering mentereng di halaman pertama. Itu cuma saran saya sich buat Rooney Dkk kalau pengen tambah dikenal oleh saya. Heuheuheu….
Tapi NU sama MU itu sedikit sama lho. Selain karena mereka sama-sama berakhiran dengan huruf “U”, mereka berdua sama-sama punya basis pengikut yang super duper fanatik.  Saya sebenarnya sudah pernah mengusulkan kepada tetangga saya untuk menjadikan MU sebagai aliran di Indonesia, biar keren. Biar saya bisa ikut-ikutan bikin banner besar  seperti yang ditempel di tribun Old Trafford.
“MAN UNITED Is My Religion”
Tapi kata dia, tetap gak bisa. Biarpun lolos seleksi Pakem dan SK tiga menteri. MU tetap MU. Gak bisa jadi aliran atau agama. Fans MU itu kurang ngeh, kurang subur pertumbuhannya. Gak kaya NU. Saking suburnya sampai ada NU garis lurus, NU garis lempeng dan NU garis miring. Kalau MU gak bakalan ada. “MU itu masih butuh banyak belajar sama NU” tegas tetangga saya tadi.
Saya Bangga Jadi Warga MU, eh NUMU itu milih kursi kepelatihan aja gak becus. Coba lihat, prestasi apa yang sudah diraih Van Gaal? kog berani-beraninya disandingkan sama NU. Ya bedalah. NU sangat jago dalam memilih ketua. Di NU meski ada keributan sedikit tentang pemilihan Rois Am, itu wajar saja. Masih di batas normal. Pasalnya, NU pingin pilihan terbaik. Gak kaya MU yang paling cuma milih pengurus buat 11 orang di lapangan. Gak perlu lah, sok ikut-ikutan debat pemilihannya mau pakai Ahwa atau Voting. Beda sama NU yang pengikutnya mencapai 40.000.000 jiwa. Hitung sendiri tuh nol nya. Heuhehe.
Tapi kayaknya “My Religion”-nya warga MU beda dengan “My Religion”-nya warga NU. Di Old Trafford, warganya adem ayem, apalagi pas nonton setan merah main, mereka diam, duduk, tenang. Gak seru bangetkan?
Saya Bangga Jadi Warga MU, eh NUBeda dengan NU yang warganya sangat fanatik dan ramai. Pas muktamar aja warganya gak bisa kalau disuruh diam, duduk, tenang. Saking semangatnya mungkin. Samai-sampai Gus Mus memohon-mohon dengan beruraian air mata hanya untuk memohon agar para hadirin tenang dan muktamar tetap bisa dilanjutkan. Memangnya Vaan Gaal atau Malcolm Glazer sang pemilik MU pernah nangis heroik di depan supporter untuk menenangkan mereka? Gak pernah. Ini karena kefanatikan warga MU cuma di bibir saja, atau paling banter, Cuma sebatas di banner saja. Yang ada malah Vaan Gal kembali disoraki “Van Gaal, heeft een kankerwijf” oleh fans. Yang kurang lebih artinya Vaan Gal memiliki istri pelacur yang terkena kanker. Kalau di NU gak gitu. Harus ada tatakramanya.
Jadi intinya, kalau saya tanya, lebih bangga mana sampeyan, jadi warga NU atau MU? Gak pakai plihan ganda lhoya.  Kalau saya sich lebih bangga jadi warga MU, eh NU.