KKN, STAI AL ANWAR, AKROM ADABI

Rembang – Tahun ini, STAI Al Anwar Sarang resmi mengadakan KKN perdana untuk mahasiswa angkatan pertama di kampus tersebut. Sebanyak 90 peserta mengikuti kegiatan yang berpusat di Pamotan Rembang, ada 8 desa di Pamotan yang digunakan untuk tempat mengabdi para mahasiswa.
Menurut, M. Najib Buchori, ketua prodi Ushuludin, KKN kali ini menggunakan sistem PAR (Partisipatory Action Research), yaitu dengan ikut terjun langsung ke masyarakat dan mencoba merasakan apa yang mereka rasakan. Dengan begitu, sejak keberangkatan, para mahasiswa hanya dibekali metode pendekatan ke masyarakat dan pelatihan sistem PAR tanpa penentuan program yang jelas nantinya. Program kegiatan baru dibentuk setelah terjun KKN.
KKN, STAI AL ANWAR, AKROM ADABIDengan membawa misi “Menumbuhkan dan membela prakarsa masyarakat” diharapkan para mahasiswa yang telah dibekali pengalaman mengenai PAR mampu mengamati permasalahan masyarakat dan membawa perubahan positif terhadap pokok permasalahan yang dihadapinya nanti. Terlebih bisa mengembalikan kepercayaan diri serta kesadaran masyarakat akan permasalahan yang sebenarnya ada di antara mereka. Baik mereka sadari atau tidak.
Seperti Kelomok II KKN STAI Al Anwar yang ditempatkan di daerah Bamban, kelompok yang beranggotakan 12 mahasiswa tersebut membeberkan hasil temuan mereka selama berada di desa tersebut. Di desa yang adem ayem toto ati tentrem itu nampak seperti desa yang terisolasi karena berada diujung perbatasan dengan sale dan dikelilingi oleh hutan serta perkebunan. Ada empat permasalahan yang sedang mereka prioritaskan untuk diselesaikan. Salah satunya adalah mengenai akses jalan desa. Jalur akses ke Bamban yang panjangnya kurang lebih 3km dengan lebar 3m, terakhir kali dibangun pada tahun 2007. Dengan mencari data dan mencari akar permasalahan, para mahasiswa ini mencoba menerapkan PAR.
Jalur akses Bamban merupakan jalur poros desa yang menjadi tanggung jawab PU, dalam hal ini bagian yang bertanggung jawab tentang jalan adalah Bina Marga. Sesuai dengan data yang dirilis oleh DPU tetang SK Bupati No. 600/175/2007 tentang penetapan ruas jalan kabupaten, PU bertanggung jawab terhadap jalur Bangunrejo-Pakis dengan panjang jalan 6 km.
Sebenarnya, tahun 2015 sudah ada anggaran untuk jalur ini  dan hamper dilaksanakan, namun karena terjadi masalah internal di PU yang menjadikan seluruh proyek belum bisa terlaksana. Meski pada tahun anggaran  2016 jalur tersebut kembali dianggarkan sebesar Rp. 1.091.091.000. ada temuan lain yang mereka temukan.
1.      Tahun ini terjadi peningkatan anggaran di PU yang tadinya cuma 60 milyar menjadi 120 M, hal ini menjadikan PU sibuk dan PR PU menjadi semakin banyak, pastinya ditambah lagi dengan proses lelang tender yang memakan waktu lama. Untuk menentukan paket bangunan mana dulu yang dilaksanakan mereka akan memprioritaskan melalui rapat internal.
Di sini kelompok KKN tersebut mencoba meyakinkan bahwa jalur akses desa Bamban harus didahulukan. Takutnya, Bamban belum bisa teraksana tahun ini lagi dan anggaran kembali ke kas Negara. Demi merealisasikan harapan tersebut mereka melakukan
          Kunjungan langsung ke mandor jalan bagian Gunem dan Pamotan, Bapak Rumaji usaha ini langsung mendapat respon positif, 3 hari kemudian diadakan survey serta laporan resmi ke DPU.
          Mengunjungi kantor DPU Rembang dan bertemu serta mencoba meyakinkan langsung Bapak Plt Bina Marga, Bapak Sigit.
          Mengajukan proposal resmi kepada DPU Rembang dan Ketua DPRD, dan diantaranya lagi menyampaikan aspirasi langsung di Musrembangcam.
2.      Permasalahan belum cukup sampai di sini, ternayata, sebagaimana sumber yang mereka dapat dari DPU, bahwa uang sebesar  1 M jika dikalkulasikan menjadi proyek aspal, hanya cukup memperbaiki 1 KM jalur hotmik atau 700 M Beton. Angka ini sangat sedikit jika dibandingkan dengna jalan bamban yang jalurnya kurang lebih 3 km. Maka kelompok ini bertindak dengan cara :
          Mengajukan Anggaran di Musrembang Cam dan menyampaikan langsung kepada DPR – DPR dapil setempat.
          Mengajukan proposal pengagngaran kembali perbaikan jalan poros desa, sebesar 2 M kepada DPU
          Mengajukan proposal pengangaran kembali perbaikan jalan poros desa, sebesar 2 M kepada Ketua DPRD.
Begitulah kurang lebih sistem KKN yang diterapkan dengan mengajak mahasiswa untuk mengabdi sekaligus menjadi seorang peneliti.
KKN, STAI AL ANWAR, AKROM ADABIMeski mereka memiliki misi penyelesaian problem yang akan diatasi, namun dalam pendekatan mereka juga mengadakan berbagai kegiatan dan event – hal ini juga dilakukan oleh semua kelompok  KKN- seperti mengajar ubudiyah dan pengajian di mushola-mushola, mengaktifkan kegiatan belajar kelompok untuk para pelajar setempat. Mengadakan kegiatan cinta lingkungan dan sehat serta kegiatan-kegiatan lain yang dapat menumbuhkan prakarsa masyarakat.