Baiklah, Bapak ta’mir yang saya hormati. Sebagai seorang pengamat dan pemerhati semut merah yang merayap di dinding, saya hendak mengingatkan, Pak. Menilik pengalaman yang lalu-lalu, kita sudah bisa memprediksi bahwa popularitas masjid akan mulai menurun seiring pertengahan Ramadlan. Penyebabnya adalah kami sudah terlanjur bahagia, Pak. Sederhana saja, dengan hanya ditemani gajet berinternet + colokan listrik, kami sudah betah mengasing seharian di dalam kamar. Kami sudah bahagia, bahkan tanpa masjid. Wajarlah pak kalau masjid makin sepi dari hari-kehari. Keramaian di awal Ramadlan itu hanya euforia pantes-pantesan sebagai bukti bahwa KTP kami itu Islam. Sudah itu saja.

Untuk mengantasipasi masjid agar tidak sepi itu, Pak, saya hendak memberi beberapa saran kepada bapak. Sebagai seorang ABG kekinian, saya tahu betul lho  Pak selera bocah-bocah “wingi sore” itu. Barangkali usulan saya ini patut untuk dipertimbangkan dan dimasukan dalam draft rapat ta’mir minggu depan.

  1. Memasang Wi-Fi di Masjid

Jika bisa disiasati dengan kreatif, ini akan banyak faedahnya lho Pak. Wifi itu penting sekali. Beberapa tempat strategis di darah saya, bertambah ramai dikunjungi setelah dipasang wifi. Paling tidak speedy yang unlimited Pak. Jadi buat para jamaah yang sedang kecapean, mereka bisa nyambi facebook-an atau COC-an Pak. Jadwal “War” kami itu padat Pak. Dan itu tidak bisa diqodloi seperti halnya Shalat. Jadi maklumlah kami harus mendahulukan “War”. Kalau kalah, mau taruh dimana muka kami ini Pak?? Emangnya Bapak mau tanggung jawab?

Dan kalau memungkinkan, sediakan dua atau tiga gajet android dengan koneksi internet di depan mimbar. Ini juga tidak kalah penting Pak guna dipinjamkan bagi hadirin yang lupa bawa gajet sendiri. Jangan sampai kami pulang di tengah-tengah Shalat tarawih hanya karena lupa bawa gajet, bukankah begitu, Bapak?

  1. Jangan Larang Penyalaan HP waktu shalat

Hal ini adalah untuk menunjang usulan nomor satu itu, Pak. Selain agar para jamaah tidak merasa bosan, Jamaah juga bisa berselfie ria di tengah-tengah Shalat atau I’tikaf.  Bapak kaya gak tau kami saja, jangankan di masjid yang bangunannya sekarang megah-megah, lha wong di toilet aja kami belum mau keluar kalau belum selfie kog. Mbok peellliiis lah pak. Ngertiin kami!!

Kami juga bisa bebas update status di tengah-tengah shalat tarawih yang banget menguras keringat itu. Atau paling tidak pak, kami bisa upload foto dengan caption “Alhamdulillah, bisa ikut tarawih dalam keadaan ganteng”. Hal ini secara tidak langsung akan mempromosikan masjid kepada teman-teman medsos kami. Percaya lah, Pak.

Oh ya, hampir saja lupa. Sediakan juga colokan listrik dengan berbagai varian ya Pak. Powerbang kami biasanya gak cukup untuk memenuhi konsumsi gajet kami yang over-vandal itu.

  1. Doorprize nomor HP Kembang Desa

Di sela-sela Jamaah misalnya Pak, Bapak dan para panitia lain sebaiknya mengadakan doorprize dadakan. Hadiahnya gak usah muluk-muluk Pak, cukup nomor Hp-nya kembang desa yang biasanya kecantikannya naik 87,6% kala pakai mukena. Itu sudah lebih dari cukup buat kami para jomblo abadi ini.

Selain memberi variasi dalam beribadah, hal tersebut juga akan  membantu mengurangi depresi para jomblo, Pak. Mereka akan termotivasi dan tambah semangat berangkat ke masjid. Ini serius lho Pak. Dengan begitu kan saya jadi tidak malu untuk nge-ping temen-temen buat berangkat ke masjid rame-rame sambil naik moge.

Saya yakin kog Pak, teman-teman bakal makin rajin berangkat ke Masjd gara-gara iming-iming tersebut. Siapa tahu pak, salah seorang diantara kami ada yang mendadak jadi dai, pandai berkisah tentang 25 Nabi, dan bisa masuk TV. Menyenangkan bukan?

  1. Undangan I’tikaf Terbuka

Promosi dan undangan itu perlu Pak. Ini bakal tambah elegan. Bapak dan para panitia bisa buat selebaran atau memasang baliho besar di tengah perempatan desa. Isinya terserahlah Pak, bisa undangan ibadah itikaf menyambut malam kemuliaan di sepuluh hari terakhir bulan Ramadlan. Saya buatkan contohnya ya, Pak :

“Jamaah muslimin dan muslimat rahimakumullah, Anda ingin beribadah, shalat dan itikaf di masjid dengan nyaman dan tidak mengantuk? Datanglah ke masjid kami. Kami sediakan fasilitas wifi, lengkap dengan banyak colokan listrik. Anda bisa itikaf sambil internetan secara nyaman. Jadi, tunggu apalagi, datanglah berbondong-bondong ke masjid kami. Kami Memberi Bukti, Bukan Janji.”

Jangan lupa pak, sertakan pula catatan :

NB: menyewakan juga tablet/netbook bagi yang tidak membawa.

  1. Shalat secara GPL

Yang pertama adalah,hilangkan bualan para dai-dai di sela-sela jamaah atau Kultum sebelum buka puasa, Pak. Seperti yang sudah saya sampaikan, jadwal online kami itu padat. Bapak bisa memahami kan?? Waktu itu berharga, Bapaaak.

ABG jaman sekarang emang sibuk menjalin silatahmi di dunia maya, Pak. Mulia bukan? jangan paksa kami dengan ancaman-ancaman abstrak. Buat kondisi yang santai sesantai-santainya, Pak. Misalnya dengan menyediakan kopi atau teh gratis kepada para jamaah. Jadi online kami jadi lebih mengasikan dan tambah khidmah. Makin betahlah kami di Masjid.

Setelah tarawih dua rakaat selesai lalu salam, istirahat dulu ngopi-ngopi; lanjutkan 2 rakaat, Bisa juga pas lelah I’tikaf 3 menit, istirahat lagi, untuk menilik pemberitahuan facebook atau Instagram sambil ngopi atau ngeteh. Wah pasti masjid bapak gak bakal cukup pak untuk menampung bocah-bocah generasi unggulan kaya kami.

Mungkin itu saja saran dari saya. Ramadlan memang penuh berkah, Pak. Tetapi kami sudah terlanjur bahagia dengan kehidupan kami. Kami sudah bahagia bahkan tanpa masjid!! Jadi, kalau pengen masjid kembali ramai dan dikunjungi masyarakat hendaknya saran saya diatas untuk diindahkan. Ini cuma saran loh, cuma saraaaaaaan.