Malam agan-agan sekalian, kali ini saya ingin bercerita tentang para enterpreuner termuda diindonesia, bukan asal muda tapi juga tersukses, tujuanya sih biar mata kita gak terus tidur dan dapat terus berkarya, mungkin sebagian pembaca ada yang berkata “ Kenapa blog ini menampilkan para pebisnis??
Bukanya ini tentang kampus santri??
kog malah bahas duniawi??
Kenapa tidak membahas hal lain saja yang lebih religious dan ilmiah
Dan bla .. bla.. bla…”
Saya kira pembaca yang seperti itu cukup sok tau tentang isi hati saya hehehe….
 Memangnya dari mana agama ini maju???
Jika kita tidak mengisi semua lini yang ada dikancah perhelatan dunia nyata, lini itu akan diisi oleh orang lain, kita sebagai santri yang terpelajar bukanya enak-enakan tidur dan menunggu proposal atapun bantuan dari para dermawan, intinya kita harus rakus,,,,,  eits rakus dalam hal positif, kita kuasai segala hal yang baik-baik dan berpotensi memajukan agama dan Negara, oke kawan semoga profil para entrepreuner dibawah ini dapat membuka mata kita dan membuat kita semangat untuk terus berkarya…jaya santri muda!!!

Hamzah Izzulhaq (19 tahun)

hamzah izul haq
Pria kelahiran Jakarta, 26 April 1993 tersebut memang sudah memiliki bakat bisnis sejak masih kecil, meski bakat tersebut terbilang sederhana, bayangkan diusia belia ia sudah mencoba berbisnis kecil-kecilan, bahkan sekali. mulai dari menjual kelereng, gambaran, petasan hingga menjual koran. Menjadi tukang parkir serta ojek payung juga pernah dilakukannya. Bisnisnya dimulai saat ia bertemu dengan rekan bisnis pada pertengahan klas 12 . Ketika sedang mengikuti seminar dan komunitas bisnis pelajar yang bertemakan Community of Motivator and Entrepreneur (COME), Hamzah bertemu dengan mitra bisnisnya yang menawari usaha franchise bimbingan belajar (bimbel),Bintang Solusi Mandiri, itulah nama lembaganya. “Rekan bisnis saya itu juga masih sangat muda, usianya baru 23 tahun. Tapi bimbelnya sudah 44 cabang”, ujar pria berumur 20 tahun itu.
Hamzah lalu diberi prospektus dan laporan keuangan salah satu cabang bimbel di lokasi Johar Baru, Jakarta Pusat, yang kebetulan ingin di-take over dengan harga jual sebesar Rp. 175 juta. Kala itu ia belum memiliki cukup modal, Dengan hanya memegang modal 5 juta, pengusaha muda lulusan SMAN 21 Jakarta Timur ini melobi sang ayah untuk meminjam uang sebagai tambahan modal bisnisnya. “Saya meminjam 70 juta dari ayah yang seharusnya uang itu ingin dibelikan mobil. Saya lalu melobi rekan saya untuk membayar 75 juta dulu dan sisanya yang 100 juta dicicil dari keuntungan tiap semester. Alhamdulillah, permintaan saya dipenuhi”, ungkapnya. Dari franchise bimbel itu, bisnis Hamzah berkembang pesat. Keuntungan demi keuntungan selalu diputarnya untuk membuat bisnisnya lebih maju lagi.
Total omzet yang diperolehnya sebesar Rp. 360 juta/ semester dengan nett profit sekitar Rp. 180 juta/ semester, hebat bukan??. Sukses mengelola bisnis franchise bimbelnya, Hamzah lalu melirik bisnis kerajinan sofa bed di area Tangerang. Sejak Bulan Agustus 2011, bisnis Hamzah telah resmi berbadan hukum dengan nama CV Hamasa Indonesia. Lulusan SMA Tahun 2011 ini duduk sebagai Direktur Utama di perusahaan miliknya yang omzetnya secara keseluruhan mencapai Rp. 100 juta per bulan.

Lambertus

lambertus
Meski usianya  masih dibawah 20 tahun remaja Indonesia yang satu ini mampu mempelopori beberapa usaha dan komunitas yang menginspirasi banyak orang,
• Pendiri Komunitas Bisnis Anak Muda. Komunitas ini memiliki puluhan ribu followers di Twitter.
• Ketua Komunitas Bisnis Anak Muda
• Sudah dapat memiliki omset penjualan 95 Juta dalam waktu 1 bulan di umur 16 Tahun
• Berhasil menjadi Top New Sales 2010 di salah satu perusahaan importir di umur 16 Tahun
• Pemegang 25% saham PT. Trijaya Mekar Mandiri
• Distributor Jahe Merah Instant Cap Cangkir Mas
• Distributor Stick Jelly Food
• Owner produk cairan pembersih kamar mandi
Walaupun sempat ditipu sebelum membuka restorannya, berkat tekat yang kuat dan semangat ingin sukses sekarang Darian menjadi Owner dari Sop Iga Bakar Sarap yang berada di Muara Karang, selain menjalani bisnis nya sekarang ia pun sering diundang dalam berbagai talkshow bisnis.
Tema talkshow yang biasa dibawakan oleh Lambertus adalah tentang penting ga yang namanya komunitas itu. Karena dia adalah pendiri komunitas Bisnis Anak Muda.

Farah farce

farah
Farah Farce adalah seorang wanita berusia 17 tahun yang sedang kuliah di luar negeri. Usahanya melejit setelah mendapatkan mentoring langsung dari Jaya Setiabudi, penulis buku The Power Of Kepepet yang sangat terkenal itu.
Kisah ini berawal dari kesukaan Farce akan produk branded sneakers. Ia rela berburu sneakers hingga harus memesannya dari luar negeri melalui teman yang baru ia kenal saat mengikuti bimbingan belajar. Karena menggunakan sistem pre order, Farce harus menunggu pesanannya tersebut. Setelah menunggu cukup lama, pesanan sneakers yang ia nanti-nantikan tersebut tak kunjung datang. Farce akhirnya geram dan menanyakan kembali pesanannya ke sang penjual. Bukannya memberikan solusi, si penjual yang kala itu juga masih duduk di kelas 9 SMP malah meminta Farce untuk menghubungi langsung ke importir aslinya yang ternyata juga berdomisili di Indonesia. “Aku kaget, Aku pikir orangnya (penjual sneakers) perantara langsungnya dari sana. Tapi ternyata dia juga melalui perantara disini.” Jelas Farce.
Farce mengembang senyum setelah sneakers yang ia pesan dari temannya itu ia terima. Ia juga merasa sneakers pertamanya tersebut sulit ditemui di pasaran Indonesia. Dari situlah Farce melihat sebuah peluang bisnis. “Kenapa ngga Gue jualin juga ini disini?” Pikirnya. Berbekal kepercayaan diri yang tinggi, Farce pun akhirnya menawarkan diri kepada sang importir untuk mau bekerja sama dengannya.
 
Farah adalah owner dari Farceee Online Shop yaitu online shop yang menjual barang barang original dari luar negeri, bahkan ia juga sudah memproduksi produk nya sendiri.
Berkat kerja kerasnya sedari muda, Farah berhasil menembus omset puluhan juta dan diliput oleh banyak media.
Di usia yg cukup belia, ia sudah berhasil masuk ke Majalah majalah dan mengisi seminar seminar di banyak tempat. 

Yasa paramitha singgih

yasa
Yasa Paramita Singgih lahir di Bekasi 23 April 1995. Ia adalah anak ke 3 dari 3 bersaudara (Prajna, Viriya & Yasa). Ayahnya bernama Marga Singgih dan Ibunya bernama Wanty Sumarta.
Yasa lahir di keluarga yang sederhana dan sangat mencintainya. Menyelesaikan SD nya di SD Ananda dan SD Surya Dharma, lalu melanjutkan SMP & SMA nya di SMA Regina Pacis Jakarta. Sebelumnya ia hanyalah seorang remaja biasa yang sama halnya dengan remaja lainnya, gemar bermain, meminta uang dari orang tua, jalan-jalan, dll. Namun kehidupannya berubah di usianya yang ke 15 tahun, ia mengambil keputusan untuk segera membahagiakan kedua orang tuanya. Saat itu juga ia memiliki Impian untuk menjadi seorang PENGUSAHA SUKSES yang menginspirasi emua orang lewat kisah hidupnya.
Ia pernah menjadi MC (Pembawa Acara) dibeberapa tempat, pernah berjualan Lampu, dll. Semua kegiatan yang menghasilkan uang diladeni demi sebuah keberhasilan. Jatuh bangun, ditipu orang, rugi jutaan rupiah pernah dialami oleh pemuda kelahiran tahun 1995 ini, namun itu semua dianggap sebagai VITAMIN dan SUPLEMEN kehidupan!
Sekarang Yasa menjalankan usahanya yaitu Online Shop yang bernama Men’s Republic, menjual berbagai produk fashion pria dan wanita. Ia bukan hanya menjual produk sendiri, tapi juga merk-merk orang lain. Dan juga ia sekarang menjadi Juragan Kedai “Ini Teh Kopi”. Kedai yang menjual kopi duren dan gengsot yang menjadi tempat nongkrong yang sangat mengasyikkan.

Hafiza Elvira

Hafiza Elvira
mungkin wanita berparas cantik ini merupakan yang paling tua diantara yang saya tulis dari atas, namun keterampialnya juga patut di acungi jempol, Mahasiswi Universitas Indonesia yang kini berusia 22 tahun ini boleh dibilang penuh dengan inovasi cerdas dalam berbisnis, bagimana tidak, dia mampu memberdayakan ibu-ibu penderita kusta di Sitanala di bawah naungan Nalacity Foundation. Hafiza sukses membekali ibu-ibu penderita kusta dengan ilmu menjahit manik-manik pada jilbab. Tak dinyanan, ternyata hasil karya jilbab manik-manik para ibu-ibu penderita kusta itu mempunyai nilai jual yang tinggi dan laris di pasaran. Walhasil, Hafiza bersama Nalacity Foundation mampu meraup omzet ratusan juta per bulannnya dari penjualan jilbab manik-manik.
 
mungkin ada sedikit hal yang mengganjal….   apakah mereka orang islam?? tidak semua!! so what man 🙂
ini tentang bagaimana kita terinspirasi dan bukan pada keyakinan mereka tapi pada semangat mereka, memangnya tidak boleh kita menganalisa hal yang baik dari non muslim, mereka saja bisa,,, apalagi kita yang muslim….
ada juga yang wanita?? bukanya saya mw pamer ajang kecantikan tapi ini lebih pada bagaimana kita sebagai laki-laki seharusnya bisa melakukan lebih dari mereka….

 

Gimana?? Tetep semangat selalu ya kawan, jangan mudah menyerah, kita juag pasti bias kog seperti mereka.. amiiiin J sekian dulu ya artikel kali ini, salam sukses selallu kawan….